Beranda > Proteksi STL, STL > Trip Circuit Supervision

Trip Circuit Supervision

Sistem proteksi system tenaga listrik terdiri dari beberapa komponen : Rele Proteksi, wiring, Catu daya dan Pemutus / circuit Breaker (PMT/CB). KEberhasilan dari system proteksi akan ditentukan oleh kesiapan dari masing-masing komponen tersebut. Ketidaksiapan komponen proteksi bisa berakibat pada malakerja system proteksi dan lebih jauh lagi dapat mempengaruhi selektivitas system proteksi sehingga dapat pemadaman yang skala yang lebih besar. Kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai prinsip kerja trip circuit supervision relay, rele yang berfungsi untuk memonitor rankaian trip, dan member sinyal alarm jika terdapat permasalahan pada rangkaian trip. TCS juga berfungsi untuk mengeblok pengoperasian PMT (dari posisi open menjadi close) jika terdapat permasalahan pada rankaian trip, sehingga kemungkinan terjadi pemadaman yang meluas dapat diminimalisir.

Gambar 1. Rangkaian TCS

TCS bekerja pada prinsipnya menggunakan tiga koil yang akan bekerja baik ketika PMT beroperasi ( kondisi close) maupun ketika PMT tidak beroperasi (kondisi open). KEtika PMT dalam kondisi close maka status 52A akan menutup sehingga akan koil A akan mendapat supply tegangan tertentu (sesuai dengan pembagian tegangan antara koil A dan koil TC-tripping coil, tergantung nilai resistansi koil A dan TC). Karena koil A bekerja maka anak kontak A1 akan menutup sehingga member supply ke koil C, anak kontak C1 yang digunakan sebagai pengirim alarm akan terbuka ( tidak ada alarm) dan kontak C2 yang digunakan sebagi rangkaian pengunci dengan PMT akan menutup. Jika Rangkaian tripping bermasalah baik karena kabel penghubung antara triping kontak dan tripping koil terlepas maupun ada triping koil yang terbakar maka koil A dan C tidak bekerja sehingga anaka kontak C1 akan menutup dan mengirim alarm serta koil C2 akan terbuka (perhatikan gambar 2)

Gambar 2. Prinsip Kerja TCS ketika status PMT dalam kondisi tertutup

Ketika PMT dalam kondisi terbuka maka jalur supervise TCS akan berubah sebagaimana diperlihatkana daam gambar 3 karena ketika PMT terbuka maka kontak 52A akan terbuka dan 52B akan menutup, akibatnya koil A dan B akan mendapat supply tegangan sesuai dengan pembagian tegangan tergantung nilai resistansi koil A, B dan TC. Anak kontak A1 dan B1 menutup mengakibatkan koil C bekerja dan anak kontak C1 membuka dan C2 menutup. Jika ada rangkaia yang terlepas ataupun TC terbakar maka koil C tidak akan bekerja dan anak kontak C1 akan mengirim alarm begitu juga koil C2 akan membuka sehingga PMT tidak akan bisa diperintahkan untuk menutup.

Gambar 3. Prinsip Kerja TCS ketika status PMT dalam kondisi terbuka

  1. junior
    September 5, 2016 pukul 2:45 pm

    maaf pak, jika boleh bertanya pembagian tegangan seperti apa yang dimaksud,mohon penjelasannya pak. trimakasih

  2. Februari 15, 2013 pukul 12:45 am

    If some one wishes expert view about running a blog after that i recommend him/her to pay a visit this blog, Keep up the nice job.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: