Beranda > Proteksi STL > Rele Penutup Balik / Auto Reclose Relay

Rele Penutup Balik / Auto Reclose Relay

Rele Penutup Balik / Auto Reclose Relay (AR) merupakan rele yang berfungsi untuk memberi perintah close setelah proteksi utama penghantar memberi perintah trip. apabila gangguan bersifat temporer maka posisi terkahir PMT setelah ada perintah close dari PMT adalah dalam kondisi tertutup dan sistem kembali normal. apabila gangguan bersifat permanen maka AR akan memberi perintah close setelah PMT trip, namun PMT akan kembali ditripkan lagi oleh proteksi utama.

Alasan penggunaan AR dalam sitem proteksi penghantar adalah sebagai berikut :

  • menjaga kontinuitas penyaluran daya
  • menjaga kestabilan sistem
  • Pemulihan kapasitas dan reliabilitas sistem tenaga dengan meminimalkan waktu padam dan meminimalkan keterlibatan operator dalam penormalan sistem pasca gangguan

Evaluasi penerapan AR mempertimbangkan berbagai macam faktor. Diantaranya adalah :

  • konfigurasi sistem
  • perlatan yang terpasang pada sistem
  • keuntungan dan kekurangan yang mungkin timbul dengan penerapan AR
  • penentuan dead time
  • penentuan reclaim/reset time
  • penentuan mode operasi (SPAR/TPAR – Single Shot/Multiple shots)

Berikut adalah terminologi yang digunakan pada sistem AR.

  1. Autoreclose relai
    Suatu bagian dari sistem proteksi penghantaryang berfungsi memberikan perintah PMT untuk tutup kembali setelah relai proteksi penghantar memberikan perintah trip PMT akibat gangguan yang terjadi pada saluran transmisi.
  2. AR tidak Kerja
    AR tidak kerja didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana sistem AR tidak aktif, atau gangguan yang terjadi tidak sesuai dengan pola operasi AR, atau gangguan terjadi di luar segmen penghantar yang diamankan.
  3. AR Gagal
    AR Gagal didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana sistem AR aktif, dan gangguan yang terjadi sesuai dengan pola operasi AR, dan gangguan terjadi di segmen penghantar yang diamankan, dan gangguan yang terjadi bersifat sementara, tetapi status akhir PMT setelah gangguan posisi terbuka
  4. AR Sukses
    AR Sukses didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana sistem AR aktif, dan gangguan yang terjadi sesuai dengan pola operasi AR, dan gangguan terjadi di segmen penghantar yang diamankan, dan gangguan yang terjadi bersifat sementara, dan status akhir PMT setelah gangguan posisi tertutup
  5. Waktu Penutupan Balik (dead time)
    Dead time adalah waktu tunda fungsi AR memberikan perintah reclose pada PMT sejak relai proteksi memberikan perintah trip dan PMT buka.
  6. Reclaim Time
    Reclaim time adalah rentang waktu tertentu diantara PMT reclose dengan siklus penuh AR reset kembali. Gangguan yang terjadi di dalam reclaim time akan dianggap sebagai gangguan yang bersifat permanen.

ar-time-diagram
diagram waktu kerja PMT dan relai autoreclose

  • Penentuan dead time
    Penentuan dead time dipengaruhi oleh lama waktu padam busur api (de-ionisasi udara), karakteristik PMT, stabilitas sistem, waktu kerja rele pengaman cadangan dan waktu kerja pole discrepancy. Setelan dead time harus lebih besar dari waktu de-ionisasi udara, hal ini untuk menghindari terjadinya gangguan yang berulang karena jalur busur api masih ada. Lama waktu de-ionisasi udara semakin besar sesuai dengan level tegangannya untuk level tegangan 66kV sampai 525 kV lama waktu de-ionisasi bervariasi antara 0.2 s – 0.55 s. Penyetelan dead time juga harus memperhatikan karakteristik PMT, PMT mempunyai batas waktu minimum agar dapat merespon perintah close dengan baik setelah mendapat perintah trip. KArakteristik ini disebut trip-close operation time yang bervariasi tergantung jenis penggerak PMT dan media pemadam busur apinya. misalnya untuk jenis PMT air blast memmpuyai trip-close operation time kira2 sebesar 200-300 ms.
    Penentuan dead time untuk pola SPAR ( single pole auto reclose) harus memperhatikan settingan pole discrepancy dan setelan GFR. Dead time SPAR dipilih sedemikian rupa sehingga tidak lebih lama dari waktu kerja pole discrepancy dan waktu kerja GFR ketika dalam keadaan unbalance karena satu pole trip (dua pole yang lain masih tetap operasi). Penentuan dead time TPAR ( three pole auto reclose harus dikoordinasikan juga dengan waktu kerja OCR maupun OLS pada penghantar sebelah (pada penghantar ganda). Dead time TPAR dipilih sehingga bekerja lebih cepat dari waktu kerja OCR dan OLS. Pada beberapa aplikasi dilapangan nilai setting SPAR dipakai 1 detik, sedangkan TPAR 3 detik dengan menggunakan relai sinkron cek.
  • Penentuan reclaim time
    Reclaim time ditetapkan dengan mempertimbangkan kemampuan PMT untuk siap melakukan operasi trip – close – trip kembali. Ketika PMT ditutup, PMT akan melakukan charging ke mekanik penggerak PMT. Misalnya pada PMT dengan penggerak pegas diperlukan waktu antara 20-30 detik bagi motor untuk “mengisi” pegas supaya siap untuk melakukan operasi trip- close -trip. PMT di larang untuk close selama proses ini. Untuk mengakomodasi hal ini, maka reclaim time pada auto reclose di setting lebih besar dari waktu yang diperlukan PMT untuk siap melakukan operasi trip – close – trip. Pada contoh disini harus lebih besar dari 30 detik.

referensi :

Power Circuit Breaker Theory and Design oleh Charles H. Flurscheim

Buku O & M Proteksi P3B Sumatera

  1. Oktober 24, 2014 pukul 5:03 pm

    It’s actually a cool and helpful piece of info.

    I’m satisfied that you simply shared this useful information with us.
    Please keep us up to date like this. Thanks for sharing.

  2. Oktober 10, 2014 pukul 8:34 am

    My family always say that I am wasting my time here at net,
    however I know I am getting know-how everyday by reading thes
    good articles or reviews.

  3. Oktober 1, 2014 pukul 11:43 am

    If some one needs expert view concerning blogging and site-building after that i propose him/her to pay a visit this website,
    Keep up the nice work.

  4. September 30, 2014 pukul 8:05 am

    Thanks for another informative website. Where else may I get that type of information written in such an ideal way?
    I’ve a undertaking that I am just now running on, and I have been on the
    glance out for such information.

  5. September 29, 2014 pukul 10:52 am

    Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew
    of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates.

    I’ve been looking for a plug-in like this for
    quite some time and was hoping maybe you would have some
    experience with something like this. Please let me know
    if you run into anything. I truly enjoy reading your blog
    and I look forward to your new updates.

  6. Agustus 17, 2014 pukul 7:40 am

    I like the valuable info you provide in your articles.
    I will bookmark your weblog and check again here
    frequently. I am quite sure I’ll learn lots of new stuff right
    here! Good luck for the next!

  7. alam indra
    Juni 6, 2014 pukul 11:35 am

    apa bedanya GFR dan SEF
    tks

  8. Agustus 2, 2013 pukul 3:31 am

    Good post. I learn something totally new and challenging
    on sites I stumbleupon every day. It’s always helpful to read content from other writers and use a little something from their sites.

  9. Agustus 2, 2013 pukul 3:27 am

    Hey! Do you know if they make any plugins to help with Search Engine
    Optimization? I’m trying to get my blog to rank for some targeted keywords but I’m
    not seeing very good success. If you know of any please share.
    Many thanks!

  10. Juli 23, 2013 pukul 4:30 am

    Clogged pores can lead to break outs and other annoyances.
    Then, why would you want to use some Eye Creams and end up regretting because it
    did not work. Research performed by beauty consultants for Lancome
    show that on average, women between the ages of 40
    and 55 have 6, 5000 micropoints concentrated in the delicate skin around the eyes is particularly delicate.
    In this case, you can see that making eye
    cream at home?

  11. tri mandala putra
    Juli 1, 2013 pukul 3:52 pm

    apa matlab simulink??

  12. Februari 8, 2013 pukul 9:33 am

    Hi, its good paragraph on the topic of media print, we all understand media is a enormous source
    of information.

  13. Januari 31, 2012 pukul 1:45 pm

    tolong donk informasikan, sewa alat pengujian sbb:
    1. Relay Test
    2.Micro ohm contact Test
    3. CB Analyzer
    4.Tan delta Test
    tks

  14. ishaaq
    Maret 31, 2011 pukul 9:18 am

    Terima kasih sharingnya mas…

  15. bwarsono
    September 3, 2010 pukul 10:01 am

    mas Budi, ada nggak referensi mengenai dampak reclose terhadap keamanan trafo terutama u/ sirkit tunggal dan radial.tks yaa..

  16. rahmad
    Juni 5, 2010 pukul 7:52 pm

    rahmad :konfigurasi pemasangan auto recloser seperti apa?? recloser d pasang setelah PMT ato bgaimana?? trim’s jwbnnya

  17. rahmad
    Juni 5, 2010 pukul 7:50 pm

    konfigurasi pemasangan auto recloser seperti apa?? recloser d pasang PMT ato bgaimana?? trim’s jwbnnya

  18. edwin
    Februari 5, 2010 pukul 9:19 am

    hai teman2 mw tanya nih.. kira2 gmn ya klo AR ini di simulasikan dengan matlab simulink??
    materinya bagus2.. sipp

  19. Arief Sandy
    Agustus 24, 2009 pukul 5:07 pm

    Thnkz mas, bwt materinya…

    bwt bahan masukkan TS saya..

    • budi54n
      Agustus 24, 2009 pukul 11:11 pm

      sama-sama. btw ojt dimana niy?

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: