Beranda > Proteksi STL, STL > Bukan tutorial : SIMULASI PROTEKSI BEBAN LEBIH/OVERLOAD SHEDDING (OLS)DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB

Bukan tutorial : SIMULASI PROTEKSI BEBAN LEBIH/OVERLOAD SHEDDING (OLS)DENGAN MENGGUNAKAN MATLAB

Transfer daya sering kali dibatasi karena keterbatasan kemampuan hantar arus konduktor mempunyai nilai batas sesuai dengan kondisi operasi yang diberikan oleh pabrikan. Pembatasan transfer adaya pada konduktor kadang-kadang dilakukan karena alasan operasional, misalnya untuk menjaga andongan agar tidak melebihi batas aman. Sebaliknya, permintaan transfer daya selalu meningkat seiring dengan bertambahnya beban konsumen. Untuk itu perlu dibuat sebuah skema proteksi terhadap beban lebih agar transfer daya tidak melebihi batasan operasional peralatan.

Kemampuan hantar arus konduktor dipengaruhi oleh luas penampang konduktor, bahan penyusun konduktor, konstruksi konduktor, dan suhu pengoperasian konduktor. Semakin besar luas penampang konduktor maka akan semakin besar pula kemampuan hantar arusnya. Semakin baik bahan penyusun konduktor maka semakin baik pula kemampuan hantar arusnya. Sedangkan semakin tinggi suhu pengoperasian maka akan menurunkan batas maksimum kemampuan konduktor untuk menghantarkan arus.

Kenaikan permintaan terhadap transfer dayamelalui konduktor harus dijaga agar tidak melebihi kemampuan hantar arus konduktor. Mekanisme ini dilakukan dengan cara mengurangi beban pada system sehingga besar transfer daya bisa tetap terjaga. Pengurangan beban dilakukan pada beban penyulang. Jumlah beban yang dikurangi dihitung sedemian rupa sehingga dapat menurunkan transfer arus di konduktor menjadi di bawah batas kemampuan hantar arus.

Download tulisan selengkapnya, apa yang saya tulis masih jauh dari sempurna oleh karena itu saya mengharap tanggapan dan masukan Anda.

  1. pras
    Mei 13, 2012 pada 2:46 pm | #1

    Mas, aku nanya dong…

    1. klo I hs max bisa didapat dengan program DigSilent, tapi klo I hs min caranya gimana ya?

    2. setting waktu OLS harus lebih cepat dibandingkan OCR pada beban maksimum. Tapi standard “lebih cepat” dari mana? berapa detik?

    terimakasih

    • budi54n
      Mei 14, 2012 pada 1:32 pm | #2

      1. I hs max meruapakan arus hubung singkat terbesar pada segmen penghantar yang diproteksi, yaitu pada titik yang lebih dekat dengan “sumber”, sdgkan i hs min adalah arus hubung singkat minimum, yaitu pada titik yang lebih jauh dari sumber. misalnya penghantar yang diproteksi adalah penghantar AB, source dari sisi A, maka I hs max adalah arus ketika ggn terjadi didepan GI A, sedangkan I hs min adalah arus ketika tjd ggn dkt GI B

      2. Lebih cepat disini minimal 0.3-0.4 detik, hal ini untuk mengantisipasi keterlambatan waktu kerja PMT dan aux relay serta keterlambatan relay itu sendiri.

      semoga bisa menjawab pertanyaan

  2. Muhammad Yusuf
    Mei 6, 2012 pada 11:18 am | #3

    saya sangat memohon bantuan dari mas budi yang baik hati…
    tolong mas budi berbagi data matlabnya, tolong mas budi.
    bukan maksud saya menginginkannya secara instant mas budi, tapi saya sdh mencoba dengan kerja keras setiap hari saya didepan komputer menyelesaikan masalah OCR yang saya buat. saya tidak bisa menyelesaikanya mas budi, sangat sangat membantu saya mas budi jika mas budi mau berbagi data matlab nya ..
    Segala kebaikan mas budi pasti di balas lebih oleh Allah SWT. Amin ya Rabal alamin..

    • budi54n
      Mei 9, 2012 pada 1:20 pm | #4

      baik, silahkan kirim imel file matlab terkahir yang telah dibuat, akan saya bantu liat permasalahannya

      • Muhammad Yusuf
        Mei 10, 2012 pada 2:11 am | #5

        file matlab pekerjaan saya sdh saya kirim mas budi ke alamat imel mas. muhammadyusuf mdl nama file nya, mohon dikoreksi mas budi, terimah kasih banyak mas budi sdh ingin membantu saya..

      • Muhammad Yusuf
        Mei 10, 2012 pada 9:20 pm | #6

        imel saya boylani24@yaoo.com, data file matlab pekerjaan terakhir saya sdh saya kirim mas budi ke imel mas budi. tolong dikoreksi mas budi yang baik hati..
        terimah kasih mas budi sdh ingin membantu saya, semoga Allah membalas amal kebaikan mas budi amin.,

  3. Muhammad Yusuf
    Mei 4, 2012 pada 6:33 pm | #7

    tolong mas budi, saya sangat membutuhkan bantuan dari mas budi..
    jika ocr yang saya buat tidak bekerja, nasib judul yang saya ambil akan dipertanyakan dosen saya.. :( ;( ;(
    saya harap mas budi memberi bantuan kepada saya..

  4. Muhammad Yusuf
    Mei 1, 2012 pada 9:50 am | #8

    syukur alhamdulillah mas budi, senang sekali rasanya sdh bisa dijawab oleh mas budi..
    untuk permasalah gerbang not, sdh selesai mas budi. saya memilih pilihan ke 4 yaitu data expression lalu saya ketik yang seperti mas budi bilang yaitu float(‘double’). akhirnya alhamdulliah mengeluarkan data double .. Yeii :D

    Tapi pada S-R Flip Flop nya masih mengeluarkan data boolean :( apakah bisa diubah mas budi menjadi data double pada keluar type data S-R Flip-Flop?
    Mohon bantuan nya mas budi, saya sangat mengharapkan bantuan dari mas budi.

    • Muhammad Yusuf
      Mei 1, 2012 pada 11:12 pm | #9

      mas budi, mohon dibantu..
      saya sangat mengharapkan bantuan dari mas budi. apakah saya boleh meminta no hp mas budi, agar saya lebih mudah berkomunikasi dengan mas budi?

  5. budi54n
    April 30, 2012 pada 3:00 pm | #10

    Muhammad Yusuf :

    no.4 itu data expresion mas..
    Mohon di balas masih butuh bantuannya.

    Muhammad Yusuf :

    Terimah kasih banyak mas budi sdh di jawab, tiap hari saya pantangin blog mas budi sebelum tidur n stelah bangun tidur menunggu sang master membalas.
    sdh sdh coba mas budi, tapi untuk OUTPUT DATA TYPE MODE pilihan “SPECIFY VIA DIALOG” tidak ada.
    cuma ada 4 pilihan pada OUT DATA TYPE MODE yaitu :
    1. Inherit : logical (see configurations parameters : optimization)
    2. Boolean
    3. fixdt (1,16)
    4.

    apakah logic operator saya beda dengan logic operator yang mas budi pakai ?

    saya mengambil Logic operator di simulink>logic and bit operations>Logic operator. dan matlab yang saya gunakan adalah matlab 7.6. Mohon mas budi pencerahan nya lagi..

    saya masih pakai matlab 7.1 jd kurang terbiasa dengan yang Anda maksud. mungkin bisa dicoba2 dari keempat opsi tersebut sehingga bisa keluar output type ‘double’. mohon maaf jika tidak bisa membantu lebih banyak :(

    • Muhammad Yusuf
      April 30, 2012 pada 6:40 pm | #11

      syukur alhamdulillah mas budi, senang sekali rasanya sdh bisa dijawab oleh mas budi..
      untuk permasalah gerbang not, sdh selesai mas budi. saya memilih pilihan ke 4 yaitu data expression lalu saya ketik yang seperti mas budi bilang yaitu float(‘double’). akhirnya alhamdulliah mengeluarkan data double .. Yeii :D

      Tapi pada S-R Flip Flop nya masih mengeluarkan data boolean :( apakah bisa diubah mas budi menjadi data double?

  6. Muhammad Yusuf
    April 27, 2012 pada 11:39 pm | #12

    gerbang not pada pemodelan ocr yang saya buat saat dijalankan, penghantarnya menunjukan status boolean dan begitu juga untuk S-R Flip-Flop dan Gerbang NOT output sesudah S-R Flip-flop. Sehingga saat dioperasikan keseluruhan mengeluarkan status mismatch expect a signal data type “double”. However it is driven by a signal of data type boolean. saya sangat dipusingkan oleh yang satu ini mas budi, tolong pecerahannya ..
    Plissss….

    • budi54n
      April 30, 2012 pada 10:53 am | #13

      output gerbang not harus dirubah agar dapat diterima oleh CB, output gerbang NOT harus dirubah menjadi tipe double dengan cara klik 2x pada gerbang NOT, pilih SIGNAL DATA TYPES, pada bagian OUTPUT DATA TYPE MODE pilih SPECIFY VIA DIALOG, akan muncul output data yang diinginkan ketik : float(‘double’). seharusnya ini sudah menyelesaikan masalah yang sedang diahadapai. mudah2an bisa membantu

      • Muhammad Yusuf
        April 30, 2012 pada 11:33 am | #14

        Terimah kasih banyak mas budi sdh di jawab, tiap hari saya pantangin blog mas budi sebelum tidur n stelah bangun tidur menunggu sang master membalas.
        sdh sdh coba mas budi, tapi untuk OUTPUT DATA TYPE MODE pilihan “SPECIFY VIA DIALOG” tidak ada.
        cuma ada 4 pilihan pada OUT DATA TYPE MODE yaitu :
        1. Inherit : logical (see configurations parameters : optimization)
        2. Boolean
        3. fixdt (1,16)
        4.

        apakah logic operator saya beda dengan logic operator yang mas budi pakai ?

        saya mengambil Logic operator di simulink>logic and bit operations>Logic operator. dan matlab yang saya gunakan adalah matlab 7.6. Mohon mas budi pencerahan nya lagi..

      • Muhammad Yusuf
        April 30, 2012 pada 1:19 pm | #15

        no.4 itu data expresion mas..
        Mohon di balas masih butuh bantuannya.

  7. Muhammad Yusuf
    April 27, 2012 pada 8:54 pm | #16

    Mas budi, saya mengangkat judul TA “simulasi proteksi beban lebih di GI Bukit Siguntang dengan mengunakan matlab. GI Bukit Siguntang adalah nama penyulang yang ada dipalembang. tapi saya mempunyai kendala saat menjalankan programnya, COM CB data mismatch double :( maksudnya apa mas budi? tolong pencerahannya…
    ini email saya mas boylani24@yahoo.com, boleh kah saya meminta email mas budi? saya ingin mengirim program yang saya buat, jika mas budi yang baik hati bersedia mengoreksinya.
    Terimah kasih…

    • budi54n
      April 27, 2012 pada 11:34 pm | #17

      imel saya ada disini http://budi54n.wordpress.com/cv/

      • Muhammad Yusuf
        April 27, 2012 pada 11:41 pm | #18

        terimah kasih mas budi … :D

      • Muhammad Yusuf
        April 28, 2012 pada 2:57 pm | #19

        saya sdh mengirim data matlab saya ke email mas budi..
        tolong mas budi dikoreksi, entah kenapa OCR yang saya buat tidak bisa di sambungkan ke Com CB. Mohon Pencerahanya mas, karena judul TA yang saya bahas terinspirasi oleh kutipan mas budi ttg simulasi proteksi beban lebih dengan menggunakan matlab. Pliss …

      • Muhammad Yusuf
        April 29, 2012 pada 9:10 pm | #20

        help me mas budi .. ;(

  8. Muhammad Yusuf
    April 27, 2012 pada 8:01 pm | #21

    mas budi yang baik hati :)
    pasti boleh kan minta data matlabnya. pliss….

    • budi54n
      April 27, 2012 pada 11:36 pm | #22

      mohon maaf untuk pembelajaran, maka sampai saat ini saya tidak membagikan file matlab yang siap pakai, silahkan membuat sendiri dan berdiskusi dengan saya jika ada kesulitan

  9. taufan
    Juli 11, 2011 pada 3:56 pm | #23

    apakah ada materi untuk setting arus n perhitungan lengkap untuk OLS dan OCR ? termasuk apa saja parameter yang dibutuhkan ?
    butuh untuk bahan TS niy..terimakasih..

  10. daan agung
    Maret 15, 2011 pada 8:06 pm | #24

    mas,saya minta aplikasi / program Matlab-nya dong..kl bisa sama tutorialnya…pliss..berbagi ilmu dpt pahala lho..hehe

  11. abang
    Maret 4, 2010 pada 5:44 pm | #25

    saya tidak menemukan busbar pada matlab simulink R2008a…..saya tidak bisa menghubungkan tranformers two winding dengan 3-phase circuit breaker….bagaimna nih mas budi…mhon bimbungannya…saya baru dan tertarik menggunakan matlab…..

  12. kembud
    Februari 26, 2010 pada 6:49 pm | #26

    saya mau tanya sama pak budi gimana caranya membuat OLS untuk membatasi beban IBT 70 KV???

  13. budi54n
    Februari 23, 2010 pada 8:39 am | #27

    Keserempakan PMT tidak dipengaruhi oleh besarnya beban. Tidak ada korelasi diantara kedua hal tersebut, jd menurut saya tidak bisa dibuat modelnya. Keserempakan PMT dominan dipengaruhi oleh mekanik penggerak PMT itu sendiri.

  14. abank ezrian afrizal
    Februari 19, 2010 pada 2:02 pm | #28

    saya ingin membuat simulasi pengaruh beban lebih terhadap keserempakan fasa pada PMT 20 kV type vacuum….kira” mas budi bagaimana cara membuat pemodelannya????komponen apa saja yang harus dibuat….

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.