Beranda > Proteksi STL, STL > RELE ARUS LEBIH / OVER CURRENT RELAY (OCR)

RELE ARUS LEBIH / OVER CURRENT RELAY (OCR)

Rele ini bekerja dengan membaca input berupa besaran arus kemudian membandingankan dengan nilai setting, apabila nilai arus yang terbaca oleh rele melebihi nilai setting, maka rele akan mengirim perintah trip (lepas) kepada Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB) setelah tunda waktu yang diterapkan pada setting.

prinsip kerja ocr

Rele arus lebih – OCR memproteksi instalasi listrik terhadap gangguan antar fasa. Sedangkan untuk memproteki terhadap gangguan fasa tanah digunakan rele Rele Arus Gangguan tanah atau Ground Fault Relay (GFR). Prinsip kerja GFR sama dengan OCR, yang membedakan hanyalah pda fungsi dan elemen sensor arus. OCR biasanya memiliki 2 atau 3 sensor arus (untuk 2 atau 3 fasa) sedangkan GFR ahnya memiliki satu sensor arus (satu fasa ).

Waktu kerja rele OCr maupun GFR tergantung nilai setting dan karakteristik waktunya (lihat posting saya mengenai hal ini disini). Elemen tunda waktu pada rele ini pada 2, yaitu elemen low set dan elemen high set. elemen low set bekerja ketika terjadi gangguan dengan arus hubungsingkat yang relatif kecil, sedangkan elemen high set bkerja ketika terjadi gangguan dengan arus hubung singkat yang cukup besar.

grafik OCRGambar grafik karakteristik waktu tunda rele OCR

pada gamabr diatas, elemen low set disetting dengan menggunakan karakteristik inverse. Sedangkan elemen high set menggunakan karateristik definite. Pembantukan kurva waktu tunda rele dimaksudkan agar ketika terjadi gangguan dengan arus hubung singkat yang cukup besar (dalam grafik di atas ketika terjadi gangguan dengan arus > 2400A) maka rele akan segera memerintahkan Pemutus tenaga (PMT) untuk trip.

Rele OCR dan GFR dipasang sebagai alat proteksi motor, trafo, penghantar transmisi, dan penyulang.  Posting kali ini menulsi tentang OCRdan GFR sebagai proteksi trafo dan penyulang. Sebagai alat proteksi maka penggunaa rele harus memenuhi persyaratan proteksi yaitu : cepat, selektif, serta handal. Rele harus disetting sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secepat mungkin dan meminimalkan bagian dari sistem yang harus padam. Hal ini diterapkan dengan cara mengatur waktu kerja rele agar bekerja lambat ketika terjadi arus gangguan kecil, dan bekerja semakin cepat apabila arus gangguan semakin besar, hal ini disebut karakteristik inverse. Karakteristik inverse dibedakan menjadi 4 seperti yang saya tulis dalam posting saya terdahulu, yaitu SI-VI-EI-LTI.

koordinasiGambar koordinasi waktu kerja rele

pada gamabr diatas, terlihat bahwa rele yang berada dipangkal berfungsi sebagai pengaman cadangan bagi rele yang berada didepannya. semakin jauh letak gangguan dari pangkal, maka arus gangguan akan semakin kecil, maka rele di pangkal akan bekerja lebih lama dari pada rele yang di depannya ketika terjadi gangguan yang berada di ujung. Oleh karena itu disusun aturan penyetaln rele OCR

kaidah ocr trafokaidah setting ocr trafo dan penyulang

kaidah gfr trafokaidah setting gfr trafo dan penyulang

Cara menghitung setting OCR GFR adalah sebagai berikut:

  1. hitung arus hubung singkat satu fasa dan tiga fasa pada pangkal segmen  dan di ujung segmen yang diproteksi
  2. tentukan waktu kerja rele ketika terjadi gangguan di ujung segmen
  3. tentukan setelan arus rele berdasarkan tabel di atas
  4. tentukan karakteristik waktu (SI-VI-EI-LTI)
  5. hitung td berdasarkan rumus yang sesuai dengan karakteristiknya.

Contoh :
arus gangguan di pangkal : 5000A (gangguan 3 fasa)
arus gangguan di ujung : 2000A (gangguan 3 fasa)
CCC (kemampuan hantar konduktor) : 645A
Arus nominal CT (trafo arus) : 500/5A -> primer 500A, sekunder 5A

  1. arus hubung singkat sudah tersedia
  2. waktu kerja rele ketika terjadi gangguan di ujung kita tentukan 1 detik
  3. setelan arus dipakai 1.1 x 500A = 550A (karena In CT < CCC)
  4. karakteristik SI
  5. menghitung td
    td = [(Ihs di ujung/Iset rele)^0.02 - 1] / o.14
    td = [(3000/550)^0.02 - 1]/0.04
    td = 0.246
  6. cek waktu kerja rele ketika terjadi gangguan di pangkal
    T = 0.14 x td / [(Ihs di pangkal/Iset rele)^0.02 - 1]
    T = 0.14 x 0.246 / [(5000/550)^0.02 -1]
    T = 0.76 detik

terlihat bahwa waktu kerja rele ketika terjadi gangguan dipangkal lebih cepat daripada ketika terjadi gangguan diujung. Apapbila waktu yang kita peroleh pada langkah 6 dirasa masih terlalu lama, maka kita bisa mempercepat dengan cara mengaktifkan elemen high set.
Misalkan contoh diatas merupakan penyulang 20 kV dari trafo daya 30 MVA dengan impedansi Z = 12.5%

  1. hitung arus nominal trafo
    Ihs maks = MVAtrafo / (Vp-p x 1.732)
    Ihs maks = 30MVA / (20 kV x 1.732)
    Ihs maks = 0.866 kA = 866 A
  2. hitung settting elemen high set
    Iset high = 0.5 x (Ihs maks/Z)
    Iset high = 0.5 x (866/0.125)
    Iset high = 3464 A
  3. tentukan setting waktu high set
    t high = 0 detik

Dengan diaktifkanya elemen high set maka rele akan bekerja isntan (0 detik) ketika terjadi gangguan di pangkal, karena arus hubung singkat gangguan dipangkal (5000A) lebih besar dari Iset high (3464A).

About these ads
  1. Juli 12, 2014 pukul 4:36 am

    t usually happen in the first thirty seconds with games like Battle Academy.
    A lower draw weight will fit a woman, child, or man with a smaller frame better, however this is not
    a hard and fast rule as there are many devces that can make cocking your crossbow easier.
    Model too iss dubious of thee prospects; he believes that
    the Russians know our intentions andd has requested a deoay to strengthen his forces.

  2. devi
    Mei 4, 2014 pukul 1:56 pm

    maaf mau tanya ground fault relay sama earth fault relay itu sama atau tidak?

  3. yusuf romadon
    Agustus 25, 2013 pukul 7:41 am

    sy msih blum pham..

  4. tri mandala putra
    Juli 1, 2013 pukul 9:59 am

    setingan waktu untuk relay jenis ocr dan gfr bukan hanya definite dan inverse
    ada juga setingan waktu jenis instatageneous atau tanpa tunda waktu,, setingan ini dippakai jika arus gangguannya sangat besar

  5. hanung
    Maret 26, 2013 pukul 8:51 pm

    mas budi, saya mau minta tolong nih kirimin prinsip kerja dan segala sesuatunya tentang GFR, perlu bgt nih, ke email saya noenk_private@yahoo.com
    makasih y mas sebelum dan sesudahnya,

  6. erdy
    Januari 3, 2013 pukul 8:27 pm

    Sekedar ingin menambahkan, maaf bila pengetahuan saya salah menyikapi perhitungan diatas…
    Bila CCC ( kemampuan hantar kawat ) = 645 A dan Ratio CT = 500/5 A ( In Primer CT = 500 A dan In Sekunder CT 5 A ),
    – Nilai CT = 500/5 = 100
    maka CC yang diambil adalah nilai CCC karena nilai CT x In(Sekunder) < nilai CCC.
    – Is = 1,2 x CC = 1,2 x 645 = 774 A
    – Nilai setelan arus / Iset = Is / ( Nilai CT x In Sekunder CT ) = 600 / ( 100 x 5 ) = 1,2
    – Iset OCR = Iset x ( Nilai CT x In Sekunder CT ) = 1,2 x 500 = 600 A
    Jadi Iset bukan 1,1 melainkan 1,2 dan hasilnya bukan 550 A melainkan 600 A
    Silahkan koreksi ya, trims….. ^_^

  7. Juli 9, 2012 pukul 5:46 pm

    om budi tolong diposting cara kerja rele jarak jika terjadi gangguan fasa-fasa dan fasa-bumi. dan flow arusnya ketika trjadi gangguan. merk relenya areva micom P443 tolong ya om budi kirim ke email totok.herdianto@pln-jawa-bali.co.id atau herdy.alert@gmail.com terima kasih om budi yg sangat baik hati.

    • budi54n
      Juli 10, 2012 pukul 2:24 pm

      jika om totok ada di p3jb, dan kebutuhan akan simulasi yang dimaksud bersifat mendesak maka drpd nanti nunggu posting saya kelaamaan maka sebaiknyabsilahkan kontak maestro yang ada di jawa bali, sy kasih beberapa referensi yg saya kenal : bpk Ika Sudarmaja, dan ibu Putri. klo ndak asalah terakhir mereka ada di proteksi gandul. semoga mereka dpt memberi assistensi yg dibutuhkan. tks

  8. hartanto
    Juni 7, 2012 pukul 8:39 am

    Ihiirrr… Masih sempat juga nulis blog… Asiikk.. buat yg lebih banyak bud… Biar aku nda susah cari” di buku… :D

    • budi54n
      Juni 7, 2012 pukul 9:39 am

      Udah lama bro, tp skrg udah jarang urus blog, lbh bnyk skun dan kabel menanti untuk dibelai hehehe

  9. TRH
    Januari 25, 2012 pukul 4:46 pm

    terimakasih ilmunya pak Budi54n….

  10. September 19, 2011 pukul 7:53 am

    ijin kopas pak…
    mantap.
    klo boleh tau ne Pak Budi yg di Aceh ya…

    • budi54n
      September 19, 2011 pukul 1:18 pm

      Silahkan pak. Iya saya di banda aceh.

  11. irpan
    Maret 7, 2011 pukul 2:24 pm

    mas,numpang artikel sampean ya, thanks lot

  12. Ronaldo
    Oktober 11, 2010 pukul 11:11 am

    Mas budi, bagaimanca caranya menentukan rasio Netral CT??terima kasih

  13. tyo
    Juli 26, 2010 pukul 9:53 pm

    wahhh….empunya blog uda g nongol ni.

  14. andre
    Juli 24, 2010 pukul 10:51 pm

    mas saya mau tanya:
    gmn cara setting OCR untuk genset,,,,dan ini perencanaan jadi g tau spek dari OCR,,
    apa harus mengetahui arus gangguan segala??

  15. Alfan Diar
    Juli 6, 2010 pukul 8:18 am

    mas, mohon bantuanx…
    aq mau tanya gimana rumus untuk mencari arus pada tiap-tiap fasa (R,S,T) yang nantinya digunakan untuk mencari arus pada netral (I netral)…
    makasih mas…

  16. tyo
    Juni 10, 2010 pukul 11:56 am

    Asslm, mas minta tolong ni…di atas kan sdh dijelaskan perhitungan utk karakteristik inverse, trus gimana caranya utk yg definite (D2): rele MCGG52 utk pengaman trafo. mis: 630kVA 0,4/20kV, CT 100/5A
    1. gmn rumus set rele
    2. gmn caranya tentukan waktunya
    3. gmn set GFRnya
    Mohon bantuannya mas… thanks

  17. amin
    Mei 25, 2010 pukul 9:53 am

    mas mau tanya lagi donk, sensing dari gfr itu berupa apa ya mas?
    kan kalo tidak salah untuk ocr sensingnya berupa CT lalu gfr itu sendiri berupa apa?
    terus kita bisa tau dari apa jika kondisi gfr itu sudah tidak bekerja secara maksimal karena untuk menghindari terjadinya gangguan saat gfr tidak berfungsi

  18. amin
    Mei 25, 2010 pukul 9:45 am

    mas mau tanya donk, apa sih bedanya antara gfr jenis definite dengan inverse?
    trus prinsip kerja dari kedua jenis rele tersebut bagaimana ya mas, karena saya cari mengenai GFR di situs tidak ketemu.

  19. amin
    Mei 25, 2010 pukul 9:44 am

    mas mau tanya donk, apa sih bedanya antara gfr jenis definite dengan inverse?
    trus prinsip kerja dari kedua jenis rele tersebut bagaimana ya mas, karena saya cari mengenai GFR di situs tidak ketemu.
    sebelum dan sesudahnya trima kasih banyak ya mas

  20. Skybers
    April 28, 2010 pukul 8:30 pm

    Mas, mau tanya lagi ne,,,Untuk Gambar kaidah setting ocr trafo dan penyulang diatas angkanya kurang jelas mas…bisa diperjelas lagi g’ mas…
    thank b4…

    • April 29, 2010 pukul 9:02 am

      silahkan liat kaidah OCR disini
      dan kaidah GFR disini

      • Skybers
        Mei 1, 2010 pukul 9:11 pm

        thanks mas….gambarnya udah saya dapat..

  21. afsar alam
    Maret 15, 2010 pukul 9:58 am

    asslm. mas budi sy mw nanya nich…
    adakah rumus umum untuk menghitung berapa settingan arus overcurrent dan groundfault……soalx d t4ku pakai rumus kxk gini:
    I>> = (Ib x 4)/Inominal CT) (u/overcurrent)
    I> = (Ib x 1,2)/ (Inominal CT) (u/ groundfault)
    (Ib = arus beban max.), sedangkan CT = 100/5 A,
    trus relay yg di pakai adalah SIEMENS 7SJ600….
    apakah rumus d atas sudah betul u/ penyettingan relay tersebut..
    trima kasih sebelum dan sesudahnya..

  22. bagus
    Maret 9, 2010 pukul 3:07 pm

    hallo mas, saya lg buat laporan tentang load control unit (LC). Kalo diliat dari pengertianya kok LC hampir sama kaya OCR ya?
    Bs dijelasin lg gak mas perbedaanya dimana?
    Sama minta kirimin referensi tentang LC di emailku donk mas, saya lg butuh bahan buat bikin laporan mas…
    Mohon bantuannya, trims…
    adji_bgz@yahoo.com

  23. dimas kurniansyah
    Januari 30, 2010 pukul 1:56 pm

    mas mau nanya nih,..,,.

    kalo settingan rele di buku Ir. Pribadi kadarisman menggunakan
    nilai 1,05 s/d 1,1 x Ibeban

    apakah memang seperti itu buat distribusi mas ????

    Ibeban lo mas bukan In

    • budi54n
      Januari 30, 2010 pukul 3:01 pm

      terima kasih atas masukkannya.
      Setting OCR dengan menggunakan arus beban menurut saya boleh saja dilakukan, namun ada “disadvantage”nya. Beban ini cenderung bertambah dari waktu ke waktu, sehingga apabila beban sudah bertambah besar dan mendekati nilai setting kita maka setting OCR harus diubah lagi untuk menghindari OCR trip. Hal in akan sangat merugikan apabila OCR terpasang pada feeder yang menyupla beban dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi, karena kita akan sering merubah setting OCR.
      Sedangkan apbila kita menggunakan setting In trafo, CTdan konduktor sebagai acuan, maka perubahan setting krena pertambahan beban tidak perlu dilakukan (karena In trafo, CT dan konduktor jug merepresentasikan beban maksimum yang diijinkan ). Tambahan : OCR memproteksi peralatan dari arus gangguan (arus gangguan tdak terpengaruh oeh arus beban). Namun demikian ketika menggunakan In CT dan konduktor sebagai acuan stting OCR perlu dicek juga apakah arus gangguan terkecil pada segmen yang diproteksi > dari setting OCR kita? bila tidak maka setting OCR bisa diturunkan supaya dapatmengkomodasi arus ganggun terkecil yang mungkin muncul.

  24. budi54n
    Januari 20, 2010 pukul 8:49 am

    Dear Skybers,
    Untuk rumus SI, EI, VI, LTI sudah ada diposting saya terdahulu mengenai rele ocr pada trafo dan penyulang .
    Untuk aplikasi pada matlab GUI bisa dimodifikasi dari GUI yang saya buat mengenai koordinasi OCR, modifikasi dibuat dengan mengggunakan sitaks IF atau SWITCH.

    • Skybers
      Januari 20, 2010 pukul 11:45 pm

      makasih mas penjelasannya, untuk rumus insyaalh saya dah ngerti,
      Untuk pemilihan relaynya yang membuat saya ragu mas,
      Jika kita buat menggunakan GUI dan yang menjadi Input adalah besar Ihs, ratio CT, In, dan jenis relay tiap seksi, (filenya dapat mas lihat di link dibawah)dari sana dapat ditentukan Iset tiap seksi, TMS dan plot dari koordinasinya.

      disana hanya terbatas untuk 3seksi(file data) dan 2 seks (file data3)i, untuk 4seksi dan seterusnya masih dalam proses,
      yang jadi pertanyaan saya disini tentang relaynya mas. jika relay yang digunakan untuk semua seksi tipe standar inverse semua otomatis rumusnya benar namun jika salah satu tipe relay diganti dengan definite rumus yang mana yang harus kita ubah mas??disana saya hanya merubah Iset untuk definit = 1.2 x In, dan untuk menentukan T saya masih menggunakan 0.14/…..sedangkan jika tipe relay dirubah (anggap saja ke VI) bukankah seharusnya T = 13.5/….??mohon koreksi dan bantuannya y mas…

      http://www.ziddu.com/download/8249246/MyProgram.zip.html

  25. ida
    Desember 9, 2009 pukul 3:21 pm

    bisa minta tolong?
    gimana rangkaian dasar OCR yang prinsipnya instantaneous. karna TA saya ada masalah dengan rangkaiannya.
    Saya paksi simulasi PSCAD. ada yang bisa bantu?

  26. faisal
    November 30, 2009 pukul 10:30 am

    mas,aq mau nanya ni,gimana cara kerja relay tunda waktu khususnya tipe omron H3CA,makasi..

    • budi54n
      Desember 2, 2009 pukul 4:13 pm

      H3CA klo ga slah merupakan relay timer digital.. mungkin prinsip kerjanya hampir sama dengan relay timer analog. Relay timer ini akan menunda untuk menutup kontak setelah sekian waktu (sesuai setelannya) setelah koil diberi tegangan..

  27. November 23, 2009 pukul 6:59 pm

    maaf teman2 sya mau tanya nich……
    saya kan sedang skripsi.saya mengambil judul pnlitian “perencanaan up-rating trafo tenaga pada GI DIENG”.nah yang saya tanyakan bagaimana cara membandingkan setting OCR dengan menggunakan ETAP.dari kapasitas trafo tnaga 16MVA K 30 MVA

  28. Juliadi candra
    November 4, 2009 pukul 6:46 am

    Bpk budi santoso selain penggunaan Matlab untuk pemodelan sistem ,apa bisa kalo untuk menghitung arus gangguan atau menghitung arus hubung singkat dengan menggunakan Matlab?
    tolong di posting dong link nya.
    thanks

  29. Skybers
    September 2, 2009 pukul 2:22 pm

    Emang c dekat pi terkadang males juga ngurus ini itu untuk minta data di PLN….berhubung sy sering di warnet makanya banyak nyari referensi dari sini ja…
    sekarang sy lagi mengerjakan skripsi tentang Koordinasi OCR…pi kayaknya masih kurang referensi ne…
    makasi penjelasannya ya mas…

    • September 2, 2009 pukul 6:36 pm

      sama2… klo ada hal yang bertentangan dengan apa yang telah saya sampaikan, mohon di share yak.. terima kasih

      • Skybers
        Januari 19, 2010 pukul 10:58 pm

        mas…butuh bantuan ne….dah pusing nyari ma minta datanya masih juga g’ dapat,,,,,moga mas bisa bantu…he..he..he
        gini mas…kalo g’ salah ada mas buat file exel tentang koordinasi relay OCR, saya udah download dan kebetulan mirip sama skripsi yang sedang saya buat, hanya saja saya buatnya pake Matlab (GUI). pada file mas tu ada pemilihan tipe relay SI, EI dan seterusnya tu,,,yang mau saya tanya untuk formulanya gimana tu mas ? yang udah saya buat baru sebatas satu tipe relay?? saya mau bagi file yang udah saya buat ke mas tapi email mas saya belum tau..he..he..
        mohon bantuannya ya mas…

  30. Agustus 11, 2009 pukul 3:03 pm

    koreksi bt itung Td saat ggn di ujung tertulis 3000 mestinya 2000..
    salut bt pak budi…tutornya merefresh dan bermanfaat banget bt kami di lapangan….thx

    • budi54n
      Agustus 11, 2009 pukul 3:22 pm

      hehehe.. lupa.. padahal nulis ndiri.. thanks koreksinya.
      Btw ralat : bukan tutorial, hanya sekedar coretan saja :D

  31. Agustus 6, 2009 pukul 12:30 pm

    blh ya aq mnt jawaban nya
    tlolong ya boss

  32. Agustus 6, 2009 pukul 12:27 pm

    klw rumus untuk mencari In(arus nominal) gmn ya/

    • Agustus 6, 2009 pukul 5:56 pm

      In merupakan arus nominal dr trafo arus (current transformer CT). Apabila ratio CT adalah 500/5 A maka In adalah 500 amp pd sisi primer dan 5 amp pd sisi sekunder. pada perhitungan yg dpakai disini adalah arus nominal sisi primer yaitu 500 amp. Tdk perlu menggunakan rumus untuk menentukan In.

      • Skybers
        September 2, 2009 pukul 12:12 pm

        maf sebelumnya yah…
        pada point 3 diatas kan dibilang
        3. setelan arus dipakai 1.1 x 500A = 550A (karena In CT < CCC

        sumber tu darimana?? dari PLN, dari buku tau dari mana tu??/
        mohon penjelasannya y….

      • budi54n
        September 2, 2009 pukul 1:15 pm

        Hehe.. makasih atas perntanyaannya. In primer CT adakalanya lebih kecil dari kemampuan ahantar arus konduktor (Carrying Current Capacity -CCC), dan hal ini nyata ditemukan ada di lapangan. Oleh karena itu, karena rele proteksi berfungsi untuk mengisolasi gangguan dan MENGAMANKAN PERALATAN maka khususnya untuk rele OCR, nilai setting arus ditentukan berdasarkan nilai arus nominal CT di sisi primer dan CCC konduktor, lalu dipilih mana yang lebih kecil. pada contoh di atas, sy umpamakan In CT primer 500A dan CCC 645A, maka arus setting dipilih 1.1 x 500A. Apabila kita pilih Iset 645A atau lebih besar maka apa yang terjadi ketika ada gangguan dengan arus berkisar antara 500A – 635 A? OCR tidak akan pernah kerja, sedangkan arus ini sudah melbihi arus nominal CT. Dengan memilih setting 1.1×500 A, maka CT pun sudah kita lindungi. mudah2an saya tidak salah :)..
        referensi : Buku O & M P3B Sumatera

      • budi54n
        September 2, 2009 pukul 1:35 pm

        Yth, Skybers, apa yang saya tulis disini merupakan bentuk pencurahan ide saya saja. Ada beberapa hal yang mungkin bertentangan dengan kaidah yang diterapkan di PLN, tp sy mencoba untuk meminimalkan pertentangan itu, makanya saya masih memakai beberapa referensi buku PLN. Anda kan di padang, Anda bisa liat buku OM Proteksi P3BS klo gt :D

      • Skybers
        Desember 18, 2009 pukul 8:56 pm

        Assalamu’alaikum mas…saya mau tanya tentang relay OCR lagi ne…
        Pada koordinasi kerja relay (contoh ada 3 seksi perlindungan)
        pada seksi pertama dipake OCR inverse, seksi ke 2 tipe definite dan seterusnya instant….atau yang mana aja duluan. intinya tiap seksi itu beda karakteristik OCRnya. cara koordinasinya gimana tu mas??

        trus pada file exel mas itu ada CTP dan CCC terus SBEF… maksudnya apa tu mas??? CTP tu setingan CT sisi primer y??

        trims sebelumnya ya mas…..

      • budi54n
        Januari 30, 2010 pukul 3:14 pm

        bisa dijelaskan apa yang dimaksud seksi” disini? apakah yang dimaksud eksi adalah antara GI sampai GH?
        pada file excel saya CTP : merukan IN CT sisi primer
        CCC : Carrying Current Capacity – kapasitas hantar arus pada konduktor
        SBEF : Standby Earth Fault – rele proteksi NGR

      • Skybers
        Februari 1, 2010 pukul 10:30 pm

        yang saya maksud emang seksi GI sampai GH dan seterusnya mas, atau tiap daerah yang dibatasi oleh tiap relay OCR

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 147 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: