Beranda > matlab, Programming, Proteksi STL > Bukan Tutorial :: Simulasi Rele Proteksi Differential Trafo Daya Dengan Menggunakan Matlab

Bukan Tutorial :: Simulasi Rele Proteksi Differential Trafo Daya Dengan Menggunakan Matlab

Proteksi utama dari trafo tenaga adalah differential relay. Sebagai proteksi utama relay ini bekerja dengan waktu instant (dibawah 100ms). Selektifitas relay harus terbukti, relay harus trip apabila terjadi gangguan yang berada di antara trafo arus (CT) di sisi kumparan primer dan di sisi kumparan sekunder. Relay tidak boleh trip ketika terjadi gangguan di luar daerah yang dibatasi oleh kedua CT tersebut.

Differential relay bekerja dengan membandingkan nilai arus pada CT sisi kumparan primer dan CT sisi kumparan sekunder. Apabila selisih antara kedua CT tersebut melebihi nilai setelan maka relay akan trip.

Ketika terjadi gangguan internal (berada diantara 2 CT) maka arah arus pada sekunder CT seperti pada gambar 1. Arus pada sekunder CT akan saling menjumlahkan sehingga pada Operating coil akan mengalir arus sebesar
Iop = I1 + I2
Sedangkan pada restraint coil akan mengalir arus sebesar
Ires = (I1+I2)/2

Ketika terjadi gangguan eksternal (berada di luar daerah pengamanan) maka arah arus pada sekunder CT seperti pada gambar 2. Arus pada sekunder CT akan saling meniadakan sehingga pada Operating coil akan mengalir arus sebesar
Iop = I1 – I2
Iop ~ 0
Sedangkan pada restraint coil akan mengalir arus sebesar
Ires = (I1+I2)/2

Pemodelan Matlab (klik kanan-> view image untuk gambar yang lebih jelas):

Hasil Simulasi untuk internal fault :

Hasil Simulasi untuk ieksternal fault :

bila berminat download tulisan selengkapnya, silahkan klik disini saya tunggu komentar dan koreksinya.. terima kasih.

About these ads
  1. Andif
    April 17, 2014 pukul 8:03 pm | #1

    mas saya boleh tau gk, referensi apa yg mas pakai utk pemodelan dan scriptnya ini? trimakasih mas.

  2. Andif
    Maret 18, 2014 pukul 11:00 pm | #2

    saya mau tanya mas, klo simulasi rele diferensial tegangan (high impedance) di simulink apa sama dengan yang di posting diatas? mohon bantuannya,,,,,klo boleh saya minta emailnya mas?

    • Andif
      Maret 18, 2014 pukul 11:26 pm | #3

      mas klo boleh saya juga minta file (.mdl) nya?

  3. Andif
    Maret 18, 2014 pukul 10:56 pm | #4

    mas budi, saya mau tanya klo rele diferensial tegangan (high impedance) itu simulasinya di simulink sama gk seperti yg di posting? terimakasih,,,,,klo boleh minta emailnya bisa mas? untuk tanya lebih lanjut.

    • budi54n
      April 3, 2014 pukul 4:12 pm | #5

      high impedance differential relay mewajibkan inputan arus yang sama, sama disini berarti berasal dari CT dengan rasio dan karakteristik yang sama. pada umumnya high impedance relay menggunakan input arus dari CT dengan merk yang sama. untuk diskusi saya buka di kolom komentar saja. trm kasih

  4. Maret 12, 2014 pukul 2:45 am | #6

    I am extremely impressed with your writing skills as well as with the layout
    on your weblog. Is this a paid theme or did you modify it yourself?
    Anyway keep up the excellent quality writing, it is rare to see a great blog like
    this one nowadays.

  5. Februari 22, 2014 pukul 11:47 pm | #7

    Have you ever thought about adding a little bit more than just
    your articles? I mean, what you say is fundamental and all.
    Nevertheless think about if you added some great photos or video clips to give your posts more,
    “pop”! Your content is excellent but with images and video clips, this blog could definitely be one of
    the very best in its niche. Great blog!saturday Morning diet

  6. Februari 17, 2014 pukul 11:33 pm | #8

    While the piece does mock the formerly-contemporary process of
    covering so-called inappropriate paintings with a sheet during salons and exhibitions, and is a “satirical comment on the contentious issue of nude in art,”[3] the
    true meaning of this work extends much further.
    Well, of course except for fast action or sports scenes.
    In addition to that, the safe mobility of these robots and their ability to use their mechanical arms
    in a safe, effective manner are other challenges which scientists and engineers face
    during the design of these devices.

  7. Februari 16, 2014 pukul 12:59 am | #9

    These will do your half work; you need to do only
    the other half. 3rd technique on how to get a girl to fall in love with you :
    Be her pillar of support. Go here: to discover how to court girls from the Philippines the right way.

  8. Desember 30, 2013 pukul 4:56 am | #10

    Good post. I absolutely love this website. Stick with it!

  9. November 9, 2013 pukul 3:12 pm | #11

    Everyone loves it when people come together and share ideas.
    Great site, continue the good work!

  10. September 29, 2013 pukul 7:40 am | #12

    When someone writes an post he/she maintains the plan of a user in his/her
    mind that how a user can know it. Therefore that’s why this article is
    outstdanding. Thanks!

  11. September 7, 2013 pukul 6:28 pm | #13

    I am no longer positive the place you’re getting your info,
    however good topic. I must spend a while finding out much more or figuring out more.
    Thanks for excellent info I used to be in search of this info for my mission.

  12. September 7, 2013 pukul 1:14 pm | #14

    I like the helpful information you supply for your articles.
    I’ll bookmark your blog and check once more here frequently.
    I am somewhat certain I’ll be informed lots of new stuff proper here!
    Good luck for the next!

  13. Agustus 5, 2013 pukul 10:14 pm | #15

    I’ve learn some just right stuff here. Definitely price bookmarking for revisiting. I wonder how a lot attempt you set to make the sort of magnificent informative web site.

  14. Agustus 2, 2013 pukul 7:58 am | #16

    Remarkable issues here. I’m very happy to peer your article. Thanks a lot and I’m having a look forward to contact you.

    Will you please drop me a mail?

  15. Juli 19, 2013 pukul 2:10 pm | #17

    Thanks for the good writeup. It actually was a leisure account it.
    Glance advanced to more introduced agreeable from you!
    By the way, how can we communicate?

  16. Juli 17, 2013 pukul 8:07 am | #18

    What’s up Dear, are you actually visiting this website on a regular basis, if so then you will absolutely take nice experience.

  17. Juli 1, 2013 pukul 5:36 pm | #19

    I’ve been surfing on-line greater than 3 hours lately, but I never discovered any interesting article like yours. It’s pretty value sufficient
    for me. Personally, if all webmasters and bloggers made excellent content material
    as you probably did, the net might be much more helpful than ever before.

  18. Mei 26, 2013 pukul 11:00 pm | #20


    Pak Budi saya ada judul seperti ini. kalo dibuat simulasi di mathlab pakai rele diferensial untuk sinkronisasi UAT dan SAT ada ga??? mohon bantuan nya

  19. Mei 19, 2013 pukul 8:35 am | #21

    Hud Software program Weekly Planet News

  20. Mei 12, 2013 pukul 10:17 am | #22

    mas, kebetulan TA saya mengenai rele differensial, saya mau bertanya apa perbedaan rele differensial bias dan unbias?yg dimaksud dgn differensial pesentage? kemudian kalorele numerik yg skarang inidipasang diPLN itu yg matching di dalamrele termasuk jenisapa ya?

  21. robby
    Januari 2, 2013 pukul 3:22 am | #23

    permisi mas,saya sdah coba .mdl yang say buat,pi kendalanya sama.
    mslah boelan.
    dgn cara yang mas sarankan masih bml bisa,.

  22. robby
    Januari 2, 2013 pukul 1:48 am | #24

    maap,ne imel saya mas,.

  23. robby
    Januari 2, 2013 pukul 1:13 am | #25

    wah,saya dapat inspirasi ne dari sampean,.
    pi kq masih pusing y,.
    klo bleh saya minta mdl nya y,.

  24. Eddy
    Desember 9, 2012 pukul 11:08 am | #26

    how about the magnetizing inrush current?. The condition can cause the differential relay to trip.

  25. Eddy
    Desember 8, 2012 pukul 9:22 pm | #27

    Hello Sir Budi… i’m very interested about your work about differential relay.. can i have the simulation file (mdl)?. i really need it as reference for my project, i already build it myself but got error messages. my email Thanks..

  26. November 12, 2012 pukul 9:13 pm | #28

    Very shortly this site will be famous amid all blogging
    and site-building viewers, due to it’s nice content

  27. Muhammad Yusuf
    April 27, 2012 pukul 10:01 pm | #29

    ma budi, menyabung jawaban mas kepada mas syukri.
    pada gerbang not pilihan untuk specify via dialog kok gk ada ?

  28. April 25, 2012 pukul 2:48 pm | #30

    saya mau nanyak dengan mas Budi, apakah pengujian ini dapat dilakukan dengan program PSCAD?

  29. April 25, 2012 pukul 2:42 pm | #31

    selamat malam mas,
    saya sangat tertarik dengan tulisan anda terutama dengan pengujian relay differensial,
    kalau berkenan mohon mas Budi mengirimkan script pengujian ini ke
    terima kasih banyak, wassalam.

    • budi santoso
      April 26, 2012 pukul 9:34 am | #32

      Jika posisi Anda di banda aceh, silahkan saja dating ke kantor saya. Saya terbuka untuk berdiskusi dengan para akademisi. Simulasi dengan PSDAD atau EMTP juga bisa dilakukan. Tulisan yang saya buat hanya untuk mempermudah kebutuhan praktis pengujian di lapangan saja. tks

  30. Muhammad Yusuf
    Maret 28, 2012 pukul 11:31 pm | #33

    kak budi yang baik hati, saat ini saya sedang mengerjakan TA dan masih dipusingkan untuk judulnya. Tapi melihat blog kak budi saya sangat tertarik untuk mengangkat salah satu dari karya kak budi buat di jadiin judul TA.
    saat ini saya menjalankan salah satu karya kak budi yaitu membuat simulasi proteksi beban lebih menggunakan matlab. dan bentar lagi ampir selesai membuat matlab nya dan tinggal di pahami lebih dalam. tinggal di konsultasikan dgn dosen pembimbing..
    tapi malem ini saya melihat karya kak budi yang satu ini, dan saya sangattt tertarik dengan relay deferensial ini. tapi saya dikejar waktu dan takut gk sempet membuat pemodelan relay deferensial ini..
    tolong kak budi berbagi file matlab nya, boleh kah saya mendapatkanya ?

  31. yusdin
    Maret 25, 2012 pukul 3:19 pm | #34

    mas yang baik!!!!!! saya lagi menganalisa sistem proteksi pada generator tapi saya bingung gimana cara menentukan arus setung, tegangan seting, dan daya seting pada pada proteksi pada relay proteksi generator!!!!!! mohon penjelasanya di kirimkan di emailku :……….. makasih

  32. Aliyah
    Maret 15, 2012 pukul 2:12 pm | #35

    permisi mas..maaf mas saya sedang mengambil skripsi tentang simulasi menggunakan metode fuzzy memakai simulink jg..saya masih bingung cara buatnya..kira2 mas budi ada bahan belajar atau tutorial tentang itu tdk??kalo ada bisa tolong dikirim k email ini
    mhon bantuannya y mas…terima kasih sebelumnya :)

  33. Weinstein
    Maret 7, 2012 pukul 2:50 pm | #36

    salam kenal mas..

    maaf mas mengganggu..

    posting anda sangat menarik sekali tentang relay diferensial.. kebetulan kp saya tentang relay differensial.. nah, sekarang saya lagi nyusun skripsi.. rencana nya mw ngelanjuti dari skripsi dengan metode matlab.. . pas banget dengan postingan anda.. tapi, saya bingung mengoperasikan matlab nya.. btw, tolong kirimin listing program nya dunk, ama langkah-langkahnya dengan menggunakan matlab.. kirim nya ke sini saja mas :
    sebelum nya terima kasih banyak mas.. biarlah Tuhan yg membalas kebaikan hati mas..

  34. frans
    November 29, 2011 pukul 4:16 am | #37

    mas budi.. saya mau file simulasi-nya yaa.. boleh kah.. email saya: makasih yaa..

  35. afan
    Agustus 24, 2011 pukul 2:26 pm | #38

    permisi mas, maaf saya sekarang lagi membuat sekripsi tenteng kordinasi rele jarak dengan etap tapi ko di etap tools tentang rele jarak tidak di temukan, apakah bisa kordinasi tersebut di simulasikan menggunakan etap

    • budi54n
      September 19, 2011 pukul 1:29 pm | #39

      Saya blm mengetahui cr simulasi distance relay dgn etap, tp simulasi dgn software komputasi matlab dan mathcad memungkinkan untuk melakukan simulasi yg dimaksud.

      • afan
        Oktober 8, 2011 pukul 6:09 pm | #40

        trima kasih atas infonya mas, kalo boleh tanya lagi,
        bagaimana cara mensimulasikan distance rele menggunakan matcad, biasanya keluaranya berupa apa mas?

  36. Juli 13, 2011 pukul 3:35 pm | #41

    saya ingin bertanya : bagaimana bila CT rasio antara sisi HV dan sisi LV berbeda , misal ;Pada sebuah trafo daya 150/11,5 kV 50MVA CT sisi HV 150/1 A dan CT sisi LV 1500/5 A . Apakah rele diferensial masih dapat memproteksi dgn baik . atau harus ada tambahan peralatan lagi , misal ACT.
    Mohon pencerahan , atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

    • budi54n
      Agustus 1, 2011 pukul 9:33 am | #42

      rele differential akan bekerja dengan baik jika sekunder CT sisi HV dan LV mendekati sama.
      pada kasus Anda, arus nominal trafo daya sisi HV adalah 50/(150*1.732)=192.45 A (kok CT yang diapakai 150/1 y?? ga bisa optimal sebenarnya untuk trafo 50MVA) sehingga arus sekunder CT sisi HV adalah 192.45/150*1=1.283A.
      Sedangkan arus nominal trafo disisi LV adalah 50/(11.5*1.732)=2510.219A (kok CT yg dipakai 1500/5 ya??) sehingga arus sekunder CT sisi LV adalah 2510.219/1500*5=8.367A.
      Perhatikan bahwa arus sekunder CT sisi HV dan LV sangat berbeda jauh. Oleh karena itu diperlukan cara agar kedua arus tersebut dapat dikondisikan agar mendekati sama. Kompensasi yang digunakan adalah dengan mengggunakan ACT (aux CT)- jika rele masih jenis statik, atau jika rele numerik maka tidak dibutuhkan ACT karena kompensasi dilakukan dengan metode perhitungan numeris dengan menentukan faktor MATCHING (biasanya otomoatis rele akan menghitung faktor matching ini).
      semoga dapat membantu

  37. Tonky M.
    Juli 13, 2011 pukul 3:32 pm | #43

    saya ingin bertanya : bagaimana bila CT rasio antara sisi HV dan sisi LV berbeda , misal ;Pada sebuah trafo daya 150/11,5 kV 50MVA CT sisi HV 150/1 A dan CT sisi LV 1500/5 A . Apakah rele diferensial masih dapat memproteksi dgn baik . atau harus ada tambahan peralatan lagi , misal ACT.
    Mohon pencerahan , atas bantuannya saya ucapkan terima kasih.

  38. NYOMAN
    Mei 10, 2011 pukul 1:17 am | #44

    salam kenal mas,,,,saya mau bertanya : misalnya dalam kondisi normal arus dari CT 1 dan CT 2 masuk ke relai differensial sama – sama 5 A,,,dan apabila arus yang masuk ke relai differensial dari CT 1 dan CT 2 masing – masing 6 A,,apakah relai differensial bekerja?????mohon penjelannya,,sebab saya sedang menyusun tugas akhir

    • budi54n
      Agustus 1, 2011 pukul 10:37 am | #45

      selama arah arus seperti yang ditunjukkan dalam ilustrasi ketika terjadi gangguan diluar daerah pengamanan rele (gangguan diluar) maka differential akan bekerja, dalam kasus ini arah arus akan saling meniadakan (beda sudut 180 derajat).
      tapi jika gangguan ini adalah ggn internal amaka kedua arus kan memiliki sudut yang sama, shingga akan saling menjumlahkan, menyebabkan Iop besar dan rele diff akan memberi perintah trip.

  39. puja
    Maret 24, 2011 pukul 12:07 pm | #46

    mas tolong jelasin dgn lengkap donk pengaruh perubahan sadapan pada rele differensial

  40. roky
    Maret 7, 2011 pukul 8:13 am | #47

    halo mas……
    salam kenal dari bengkulu…
    mas mau minta tolong, scriptuntuk penempatan kapasitor pada jaringan distribusi 20 kv ada gak mas, yang pake logika fuzzy, atau Genetic Algoritma

  41. fikon
    Januari 2, 2011 pukul 2:32 pm | #48

    maff kirim kesini aja mas

  42. fikon
    Januari 2, 2011 pukul 2:29 pm | #49

    mas,tutorialnya menarik
    bisa tl kirim simulasi nya dalam bentuk file matlab mas,cz saya baru belajar menggunakan simulink.trims
    nb:kirim ke emeil saya aja mas.

  43. edi
    September 29, 2010 pukul 11:51 pm | #50

    mas..tlg kirimin simulasi nya buat say,,,susah buatnya..plesa

  44. edi
    September 29, 2010 pukul 11:46 pm | #51

    mas…bisa g dikirimin hasil simulasinya dalam bentuk file matlab.. buat pengenalan aja…susah buatnya…thanks……… ditunggu…
    kirim ke email gw mas ya…tlg..

  45. hendris
    Juli 2, 2010 pukul 3:47 pm | #52

    mas apa ada referensijudul TA/cz saya bgung

  46. abang ezrian
    Juni 25, 2010 pukul 9:30 am | #53

    selamat pagy mas budi,,,,,saya mau menanyakan tentang simulasi relay diferensial dengan menggunakan matlab….bagaimna cara menentukan nilai SLOPE, Ipickup, dan Inominal……saya memasukkan angka yang sesuai dengan mas budi ternyata hasilnya error mas,,,saya gunakan untuk sistem transmisi 150 kV dengan daya 271 MW,,,trims sebelumnya,,, :))

  47. Maret 26, 2010 pukul 2:25 pm | #54

    hamzah :

    mohon info mengenai :
    1. blok RMS1 & RMS2,
    2. blok CT HV dan CT LV,
    3. blok slope (x100%), Ipickup (xln), Inominal
    4. blok source dan load,

    1. Blok RMS1 dan RMS2 saya gunakan untuk memperoleh niali root mean square arus sisi kumparan primer dan sekunder
    2. CT HV dan LV : digunakan untuk menurunkan arus agar dapat digunakan sebagai input ke rele diferential. dalam hal ini saya hanya menggunakan konstanta pengali saja (akan lebih baik jika diganti dengan menggunakan saturable transformer).
    3. slope, pickup dan Inominal adalah besaran yang pada umumnya dibutuhkan pada setting rele differential. slope menentukan kemiringan karakteristik rele, Ipickup : besar perbedaan minimum arus pada sisi HV dan LV yang bisa menyebabkan rele differential bekerja (memberi perintah trip), Inominal : arus nominal rele (biasanya sesuai dengan arus nominal sekunder CT)
    4. Source : generator 3 fasa. Load beban konsumen.
    semoga dapat membantu

  48. hamzah
    Maret 25, 2010 pukul 5:13 pm | #55

    Mas Budi yang baik, sebelumnya terima kasih karena telah memberikan pencerahan bagi saya mengenai membuat simulasi dgn Matlab / Simulink.
    mohon info mengenai :
    1. blok RMS1 & RMS2,
    2. blok CT HV dan CT LV,
    3. blok slope (x100%), Ipickup (xln), Inominal
    4. blok source dan load,

    Apa saya boleh mendapatkan file *.mdl nya?

    Terima kasih banyak atas penjelasannya.

  49. firman
    Februari 26, 2010 pukul 8:51 pm | #56

    saya sedang ambil TA ttg simulasi rele diferensial pd trafo generator. saya jg coba dengan simulasi punya mas budi, tapi kok ada kesalahan dengan perintah trip ya. seperti scriptnya belum keluar boolean. gmn tuh? apa ada tambahan script. Tolong minta mas.

    • Februari 26, 2010 pukul 9:45 pm | #57

      silahkan dipakai untk TA.
      Jawaban pertanyaan firman ada disini

      • firman
        April 21, 2010 pukul 3:16 pm | #58

        Saya sudah membuat simulasi untuk sistem saya… namun saya bingung dengan rumus yang digunakan bapak???bisa tolong dijelaskan rumus pd Function MATLABnya???
        saya menggunakan rumus yang berbeda..
        1. mencari nilai arus sekunder CT dari ratio CT
        2. mencari nilai arus sekunder ACT dari ratio ACT
        3. kedua nilai ACT (HV dan LV) dibandingkan (20%)
        Apakah rumus saya bisa digunakan?
        Trus isi dari CT HV dan CT LV rumus apa ya?

  50. nanang nirwana
    Desember 18, 2009 pukul 9:11 am | #59

    salam kenal mas,

    saya nanang nirwana. saya tertarik sekali dengan simulasi proteksi differensial trafo yang menggunakan MATLAB. Ada yang ingin saya tanyakan mengenai karakterikstik differensial terutama mengenai slope dan stabilisasi antara daerah trip dan tidak trip. Bagaimana itu simulasi di MATLABnya.

    Terima kasih

  51. Oktober 25, 2009 pukul 12:08 pm | #60

    Salam kenal,
    Mas Budi, tolong dijelaskan lebih detail lagi tentang teori differential relay untuk transformater .

    Terima kasih atas perhatiannya



  52. andika
    Oktober 24, 2009 pukul 8:34 am | #61

    maaf mas budi, mengganggu sebentar..

    bisa minta tolong mas??? saya ada tugas membuat simulasi trafo penyulang 3 phasa (20 kV ke 380V dan 220V) dalam keadaan normal dan gangguan, bisa tolong dibantu pemodelannya dg simulink ngga mas???, yg sederhana saja, klo ada dg parameter2nya, coz saya benar2 baru dengan matlab dan masih bingung ma simulink nya…

    Tks sekali mas….

  53. andre
    Oktober 23, 2009 pukul 10:02 pm | #62

    salam kenal,
    mas budi saya andre, saya sekarang sekarang ini sedang mengerjakan tugas akhir dengan judul ‘analisa circulating current pada trafo paralel 3 phasa two winding, saya mencoba membuat simulasinya dengan menggunakan matlab simulink, hasil akhirnya saya ingin mendapatkan grafik arus, tegangan dan phasornya seperti paper yang mas budi buat,
    tapi saya cukup kesulitan dengan pemodelan sistemnya..setelah saya perhatikan pemodelan yang mas budi buat mungkin hampir sama dengan pemodelan sistem yang saya saya tetap bingung dengan pemodelan pararel trafonya dan library apa saja yang harus saya gunakan sehingga mendapatkan grafik tersebut..kiranya mas budi bisa membantu saya..karena jarang akademisi yang menggunakan pemodelan menggunakan matlab simulink sebagai simulasinya…atas perhatiannya saya ucapkan trima kasih….

    • andre
      Oktober 23, 2009 pukul 10:17 pm | #63

      mas, pararel trafo yang dimaksud ialah IBT yang diparalel dengan menggunakan kopel (saya mengambil contoh kasusnya di GI), single diagramnya adalah single diagram GI… mohon bantuannya ya mas..thanx..

  54. samuel gusmao
    Oktober 20, 2009 pukul 6:15 pm | #64

    Maaf menganggu, saya mau tanya kepada Bapak, mengenai
    tugas simulasi tentang tarfo 20kv diturungkan ke 380volt / 220volt dengan mengunakakan MATLAB dalam kondisi normal maupun tidak normal. bagaimana cara melakukannya karena saya belum pernah tau tentang MATLAB itu sendir.

  55. FEbby Perwiro Utomo
    September 7, 2009 pukul 10:24 am | #65

    permisi Mas,..
    maaf ganggu,.
    Kebetulan saya sekrg lagi KP (Kerja Praktek) di PT indonesia Power,..
    kebetulan saya mw membahas tentang realy differential,.
    dan saya berharap diizinkan menggunakan aplikasi matlab yg ada di Blog ini,..
    Mohon konfirmasi,.
    apakah diperbolehkan saya menggunakan aplikasi ini untuk menyelesaikan Laporan KP saya,…

    • September 8, 2009 pukul 12:15 pm | #66

      Silahkan saja, saya sangat berterimakasih jika Anda memakainya dan tidak lupa mencantumkan sumbernya :D hehehe…

  56. Mel
    Juli 3, 2009 pukul 3:18 pm | #67

    Salam Mas,
    Hi, my name is Mel. First of all, thank you very much in advance. And, I hope you could please response if you have any ideas/opinions regarding this mail as I’m a new Matlab user. Saya butuh panduan serta contoh contoh yang mudah dari mas kerana mas seorang yang pakar dalam matlab.

    I would like to ask your help on how to code using Matlab for two – dimensional heat equation version based on the following one – dimensional heat equation version.

    clear all; clc;
    %n=number of points, Nstep=time-step
    %L=length of domain, k=heat diffusivity
    %define dx and x
    for I=2:n-1
    if I52
    % store profile for computing and display
    title_str=’Heat equation:u_t-\kappa u_{xx}=0′;
    %initialization u and v
    plot(x,v_initial, ‘-’,’linewidth’,2);
    set(gca, ‘fontsize’,14,’fontweight’,’bold’);
    axis tight;
    %time step
    for time=1:Nstep
    %end points
    %interior points
    for I=2:n-1
    %update v
    %display movie
    disp(‘Playing animation…’);

    • budi54n
      Juli 3, 2009 pukul 3:43 pm | #68

      Dear Mel,
      I’ve read your comments, i’ve trying to run your in my matlab, but there rare some error messages due to some undefined variables i.e variable I52. Would you please send me some basic teori about two – dimensional heat equation and one dimensional heat equation? since I don’t have any competency in that stuff ( I’m prefer to learn about electricy actually). I would help me so much if you could send me the two tings above. It will also be highly appreciated if you could send me your *.m file for one dimensional heat equation that run well on your machine. thanks in advace.

    • budi54n
      Juli 3, 2009 pukul 3:55 pm | #69

      Dear Mil,
      note : i’m not an expert on matlab, i’m just an ordinary man, trying to learn and share. thanks

  57. syukri
    Juli 2, 2009 pukul 12:41 pm | #70

    Trimakasih mas Budi atas pencerahannya. Saran mas Budi akan saya coba

  58. budi54n
    Juli 1, 2009 pukul 4:52 pm | #72

    terima kasih atas kunjungannya di blog saya.
    saya sudah melihat file .mdl dalam email. pesan kesalahan dalam simulasi simulink matlab dikarenakan sebagai berikut:
    1. Kontrol PMT/ CB pada simulink matlab harus dalam format data “double” bukan “boolean”
    2. Sedangkan kelauran gerbang not secara default adalah dalam format boolean

    dari simulasi yang Anda lakukan terdapat ketidaksesuaian tipe data aantara gerbang NOT dan kontrol PMT, oleh karena itu saya sarankan Anda mengubah tipe data keluaran dari gerbang not menjadi double dengan cara :
    1. double klik pada gerbang NOT
    2. pilih tab ‘signal data types’
    3. pada bagian outputdata type mode pilih ‘specify via dialog’
    4.ketik float(‘double’) pada bagian output data type

    selamat mencoba.
    Anda merasa tulisan di blog say bermanfaat? rekomendasikan pada teman Anda :)

  59. syukri
    Juli 1, 2009 pukul 4:42 pm | #73

    saya telah mendonlot tulisan mas budi ini. Dan saya telah mencoba membuat simulasi nya namun masih ada error yang saya temukan dari keluaran S-R flip-flop dan gerbang NOT. Jika mas Budi sudi mengoreksinya saya sangat berterima kasih. file mdl nya saya attach dalam email saya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in: Logo

You are commenting using your account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 145 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: